Kenapa Hidup Sebagai Anak Muda Sekarang Bikin Capek Banget
Kenapa Hidup Sebagai Anak Muda Sekarang Bikin Capek Banget (Dan Musik Jadi Satu-Satunya Pelarian Aman)
Kalau kamu sekarang ada di usia 20-an dan ngerasa hidup kayak
simulasi penuh tekanan tenang, kamu nggak sendiri.
Banyak dari kita tumbuh besar dengan harapan bahwa usia 20-an itu puncaknya hidup. Tapi realitanya?
Kita lagi belajar bertahan.
Belajar menerima kegagalan.
Dan pelan-pelan belajar ngasih maaf ke diri sendiri.
Di dunia yang makin keras dan cepat, musik jadi satu-satunya ruang aman yang masih tersisa.
1. Umur 20-an: Tekanan Sosial & Mental Datang Bersamaan
Kita dituntut:
-
Sudah sukses
-
Sudah mapan
-
Sudah punya rencana hidup 5 tahun ke depan
Padahal banyak dari kita baru aja selesai kuliah,
atau malah belum sempat kuliah karena harus kerja dari muda.
Belum lagi liat Instagram orang, seakan semua orang lain udah sampai garis finish.
Sementara kita?
Masih nyicil mimpi sambil pura-pura kuat tiap hari.
2. Musik: Tempat Aman yang Nggak Nanya “Kapan Nikah?” atau “Kerja di Mana?”
Di antara semua kebisingan hidup, musik adalah satu hal yang nggak pernah nge-judge.
Dan buat banyak anak muda, musik bukan cuma hiburan tapi tempat pelarian yang paling manusiawi.
Tapi musik kayak gimana yang benar-benar bisa jadi pelarian?
Bukan yang sekadar viral.
Bukan yang cuma enak di TikTok 15 detik.
Tapi musik yang punya rasa, punya cerita, dan punya kejujuran.
3. Perjuangan HOUSEOFJOY: Dari Nol, Tanpa Modal, Cuma Pake Niat, Nekat Dan Yakin
HOUSEOFJOY lahir dari titik paling bawah.
Kami bukan anak band dari keluarga tajir.
Kami nggak punya koneksi, nggak punya studio,
bahkan nggak punya alat canggih sendiri di awal-awal.
Vokal direkam di studio kamar pengap .
Gitar, alat band, alat studio kita rakit custom sendiri (Trial dan error komponen gear sendiri).
Recording, Mixing, mastering belajar otodidak ga ada tuh ikut kelas
karena kami gak ada uang pada saat itu.
Sambil kerja jadi driver ojek online
kerja di event, serabutan, kerja di toko retail
lantas buat apa kami seniat itu ?? karena buat bisa terus rekaman
lantas buat apa kami seniat itu ?? karena buat bisa terus rekaman
buat bisa terus bikin karya dan makan sehari-hari.
Kami bukan cari kasihan ya.
Tapi kami mau bilang: musik ini lahir dari realita keras, bukan dari mimpi yang manis.
🎤 Dymaz Redric (vokal/gitar):
“Kalau hidup udah nggak bisa diajak kompromi, satu-satunya cara ya berbicara lewat lagu. Karena kadang cuma suara sendiri yang bisa nyelametin kita dari sepi.”
Foto kami pada saat live di 2024 dengan lagu kami sendiri "Corner of the Street" sambil ngelawan hujan, sambil bawa-in lagu ciptaan sendiri banyak org blm tau...waktu itu (Kami Bukan Cuma Musisi yang sekedar Cover lagu orang, Kami Musisi Pembuat Karya Sejati)
4. “Indie Rock”: Bukan Hanya Sekedar Indie Ikut-Ikutan, Tapi Bentuk Perlawanan
HOUSEOFJOY bukan ikut-ikutan.
Kami bukan bikin musik buat nyari pasar kami bikin musik karena nggak ada tempat lain buat cerita.
Lagu-lagu kami bukan buat semua orang, tapi buat yang pernah ngerasa:
-
Kehilangan arah
-
Nggak punya siapa-siapa
-
Berjuang tapi dunia kayak nggak peduli
Even sampe ke tema putus cinta pun masuk! karena u know la struggle nya kita itu masih manusiawi banget ga ada juga orang yang ga ngerasain pahit dan indah nya cinta di hidupnya
Musik kami adalah lagu yang jujur dari generasi yang lelah.
Tapi nggak mau menyerah.
Kami sebut ini “The Next Rock” bukan genre baru, tapi sikap baru dalam bermusik.
🎸 Rizky Tampani:
“Gue bikin musik bukan buat dilike semua orang. Tapi kalau ada satu orang di dunia ini yang dengar dan merasa, ‘anjir gue ngerti lo’, itu udah cukup.”
5. Dari Panggung Sepi ke CD Fisik Buatan Sendiri
Kami pernah main di acara yang penontonnya cuma 7 orang.
Kami juga pernah nolak dibayar manggung karena harga diri lebih penting dari exposure.
Dan karena nggak ada label besar yang mau melirik kami,
kami bikin label sendiri.
Bikin CD sendiri.
Bikin Limited Merchandise sendiri.
Bikin semua sendiri.
Sampai akhirnya CD kami terjual di berbagai kota dan muncul di rak-rak toko rilisan fisik di Kota Besar kayak di CD Store Santa Jakarta, Kios Ojo Keos Jakarta, Jajan Kaset Store Jakarta, thehighfidelity jakarta, Zigi zigi store di Bandung, Volx Records Store di Bali. dan di kota sendiri di palembang kami menjual nya bersama rumahtumbuh.buku
yang juga milik teman kami, kami numpang lapak
Semuanya organik. Nggak ada iklan gede.
Cuma karena satu hal: jujur sama diri sendiri dan pendengar.
6. Kamu yang Lagi Capek, Musik Ini Buat Kamu
Kalau kamu hari ini lagi capek banget.....
Lagi pengen berhenti..
Atau lagi ngerasa hidup kamu jauh dari kata ideal...
Kami cuma mau bilang:
Kamu nggak sendirian.
Dan kalau kamu butuh suara yang ngerti kamu,
musik HOUSEOFJOY ada buat kamu.
🥁 Rizky (drummer):
“Gue nggak butuh panggung besar buat ngerasa hidup, yang gue butuh cuma satu: pukulan gue didengar. Karena di balik setiap tabuhan drum, ada kemarahan dan harapan yang gue titipin.”
“Gue nggak butuh panggung besar buat ngerasa hidup, yang gue butuh cuma satu: pukulan gue didengar. Karena di balik setiap tabuhan drum, ada kemarahan dan harapan yang gue titipin.”
🔗 Dengarkan dan Dukung Kami
Listen On :
Pre-order CD fisik kami di link store kamartengahrecords
(supaya kami bisa terus hidup dan bikin musik)
Kalau tulisan ini nyentuh kamu, share ke temanmu.
Dan kalau kamu denger lagu kami dan ngerasa, “Lah kok kayak hidup gue?”
Itu berarti kamu udah nyambung.
Dan itu lebih dari cukup buat kami.
Kami bukan podcast.
Kami bukan gereja.
Kami bukan album lama.
Kami adalah HOUSEOFJOY Sebuah band, Sebuah suara, Sebuah perlawanan.
Kami bukan band yang pengen viral.
Kami band yang pengen jujur.
Dan mungkin, itu yang kamu cari dari awal.



Comments
Post a Comment